Pasar Nostalgia, Serasa Ada di Masa Lampau

Pasar Nostalgia, Serasa Ada di Masa Lampau

Selasa, 30 Mei 2017 | 17:00 WIB
Pasar Nostalgia. Fransiskus X Waja
AKSARA, Bandung – Namanya Pasar Nostalgia. Lokasinya ada di Kompleks Pasar Modern Batununggal Jalan Batununggal Kota Bandung. Anda akan merasa berada di tahun lampau saat masuk ke dalamnya.‎

Puluhan kursi zaman  dulu berjejer di sebuah ruang panjang. Beberapa sepeda ontel berjejer di lorong. Di ujungnya ada motor tua. Dua tempat tidur klasik ada di pinggirnya. Pintu sejumlah kios terbuka, seolah menyambut pengunjung. Di dalamnya, terdapat pernak-pernik tua yang jarang ditemui di tempat biasa hingga menarik mata mengamati lebih dekat.

Di dindingnya poster-poster artis tahun 70-an terpajang di tiap tiang tiang bangunan. Lagu-lagu klasik lawas pun mengalun memperkuat kesan tempo dulu. Danny Yudiana (55), ketua asosiasi sekaligus pengelola yang  menyambut AKSARA, tampak antusias menceritakan konsep dari pasar unik ini.

Dia berkisah mulai dari dengan nama Pasar Nostalgia.‎ Menurut dia, nama Pasar Nostalgia diambil lantaran ingin sesuatu  yang beda. Jika namanya pasar seni antik, akan sama dengan di Cikapundung.

“‎Kita punya ide Pasar Nostalgia. Kenapa nama ini karena kata nostalgia itu kan positif maknanya, Orang akan berpikir sesuatu yang baik dan menyenangkan serta berkesan lama juga,” ujarnya

Nama itu juga lahir karena pasar ini menjual  barang-barang antik yang tentunya berkaitan dengan nostalgia. “Jadi nyambunglah intinya,” sebutnya.

Menurut dia, tempat ini spesial karena ada beberapa barang antik yang ada di pasar rintisannya ini. Barang tersebut tak mudah ditemukan di tempat lain.

‎”Yang paling antik dan unik yang susah untuk ditemukan di tempat lain yah disini kita ada kaya gramophone yang zaman dulu sekali, barang-barang keluaran 1800 akhir dan 1900 awal juga masih ada disini,” ujarnya

Katanya koleksi yang akan dijual di Pasar Nostalgia sepeerti   barang-barang antik, barang jadul, vitages, juga  sudah  lumayan lengkap. “Kita sediakan barang-barang  spesial yang ditempat lain itu susah atau  nggak ada, dan banyak sebetulnya, nggak cuma satu dua aja,”‎ lanjutnya.

‎Tak hanya barang antik, Danny menyebut tempat tersebut juga menyediakan alat musik dan barang kerajinan seni. “Di sini juga kita ada kerajinan juga, ada batik, ada patung, ada barang barang seni juga, saya kira di sini mix, bahkan barber Shop jaman dulu juga ada,” paparnya.

Untuk barber shop nuansa yang hadir adalah orang bercukur di zaman dulu lengkap dengan kursi perkakasnya zaman dulu.

Ke depan Dani menyebut akan menyediakan foto booth ruang tamu dan kendaraan zaman dulu.‎Tak sebatas pada  barang antik dan pasar seni, Danny menyebut di Pasar Nostalgia juga pengunjung bisa menikmati ragam kuliner pula. “Sekarang kita miks juga di sini, kuliner yang nostalgia, yang baru baru juga ada,” pungkasnya. 

Fransiskus X. Waja / gnr

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Sabtu, 1 Juli 2017 | 07:23 WIB

    Kolam Cinta di Tengah Reruntuhan Sang Pemancar

  • Sabtu, 1 Juli 2017 | 07:07 WIB

    Reruntuhan Gedung Radio Malabar Daya Tarik Wisatawan

  • Selasa, 20 Juni 2017 | 15:41 WIB

    Akhir Juni, Jay J Rilis Album Terbaru

  • Senin, 12 Juni 2017 | 18:03 WIB

    Membangun Peradaban dari Masjid

  • Minggu, 4 Juni 2017 | 10:28 WIB

    BKKBN adakan Mudik Gratis Bagi Peserta KB

  • Minggu, 4 Juni 2017 | 10:07 WIB

    Kualitas Bus Persib Sekelas Klub Dunia