Jeihan Gelar Pameran Lukisan Sufi/Suwung

Jeihan Gelar Pameran Lukisan Sufi/Suwung

Jumat, 2 Juni 2017 | 13:06 WIB
Pameran Lukisan Jeihan . (Foto: Fransiskus X Waja)
AKSARA, Bandung - Pelukis kenamaan Tanah Air, Jeihan Sukmantoro menggelar pameran tunggal bertajuk Sufi/Suwung. Berbeda dengan sebelumnya, lukisan mata hitam tidak lagi dominan dalam pameran kali ini.

Dalam pameran yang digelar bersamaan dengan peluncuran buku Jeihan; Maestro Ambang Nyata dan Maya  ini, Jeihan menyajikan sesuatu yang berbeda dari biasanya.

Lukisan Sufi/Suwung terlihat lebih abstrak dari karya-karya dia sebelumnya. Tidak ada lagi lukisan manusia bermata hitam dalam pertunjukan Jeihan kali ini. Kebanyakan hanya menampilkan lukisan-lukisan dengan abstraksi gelap terang yang diberi lafal-lafal religius dalam Islam.

"Suwung itu kan sebenarnya usaha manusia untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta yaitu Allah,' ujarnya kepada wartawan, di Studio Jeihan, Jalan Padasuka Bandung seusai acara tersebut, Kamis (1/6/2017).

Jeihan menyebut karyanya kali ini representasi dari nilai kehidupan yang coba dia goreskan di atas kanvas. "Saya sudah mulai mengerti semuanya, sudah mulai belajar diam, sudah mulai tidak tahu, dan Insya Allah nanti di puncak kehidupan saya yaitu kematian, menuju ke Suwung," sebutnya di akhir acara itu.

Seni, lanjut dia, adalah hakikat manusia mencari jalan pulang kepada yang Maha Kuasa."kesenian itu sesungguhnya adalah mencari jalan kembali ke asal,suffi itu artinya melpaskan ego keakuanku,'ujar dia.

Dia mengklaim, energi yang coba dikeluarkan di usia senja ini sebagai mortalitas untuk menjelaskan nilai hidup kepada orang lain. Sementara arti dari nilai-nilai yang terkesan misterius di balik lukisannya, kata dia, hanyalah intuisi.

"Yang mendorong saya bukan lagi vitalitas tapi mortalitas. ini mungkin intuisi saya yang saya juga ndak tahu ndak tidak mengerti," terang dia.

Pergeseran objek melukis Jeihan terutama pada warna-warna yang redup. Menurutnya, warna-warna itu adalah misteri dari nilai-nilai hidup yang ada. "Warna itu lebih kebiruan itu lebih kepada dunia mistik kalau merah kuning itu seperti vitalitas yang menyala,' pungkasnya.

Fransiskus X. Waja / gnr

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Sabtu, 29 Juli 2017 | 13:47 WIB

    Ini Dia 5 Tips Menjaga Kesehatan Anak di Sekolah

  • Selasa, 20 Juni 2017 | 16:00 WIB

    Ini dia 9 Tips Mudik Aman dan Sehat

  • Senin, 12 Juni 2017 | 14:00 WIB

    Manfaat Daun Kersen untuk Asam Urat

  • Senin, 12 Juni 2017 | 13:00 WIB

    Ternyata Daun Belimbing bisa Meningkatkan Nafsu Makan

  • Sabtu, 10 Juni 2017 | 19:00 WIB

    Kenali Penyebab Stroke dengan 8 Hal Ini

  • Sabtu, 10 Juni 2017 | 16:00 WIB

    10 Cara Tradisional untuk Mengobati Sakit Maag

  • Jumat, 9 Juni 2017 | 08:30 WIB

    Wow, Messi Beli Hotel Bintang Empat