Jeihan; Maestro Ambang Nyata dan Maya

Jeihan; Maestro Ambang Nyata dan Maya

Jumat, 2 Juni 2017 | 07:14 WIB
. (Foto: Fransiskus X Waja)
AKSARA, Bandung - Jeihan; Maestro Ambang Nyata dan Maya, begitu judul buku teranyar Mikke Susanto yang meriwayatkan maestro pelukis khas mata hitam Jiehan Sukmantoro.

Buku berisi 14 bab itu resmi di-launching di Studio Jeihan Jalan Padasuka Bandung, Kamis (1/6/2017). Sebuah dedikasi terhadap riwayat dan karya kreatif legenda hidup seni Indonesia yang khas dan kompleks

Kepada AKSARA Mikke mengatakan, buku itu merupakan runutan riwayat lahirnya karya-karya kreatif dari pelukis yang disebut sebagai pendongkrak melambungnya harga lukisan di Indonesia.

"Pak Jeihan ini adalah aset kebudayaan yang luar biasa. dan  punya kemampuan sebagai pembeda dengan para pelukis-pelukis lain. beliau adalah pribadi yang kompleks," ujarnya di sela peluncuran buku yang digelar bersamaan dengan pameran lukisan SUFI/SUWUNG karya "Sang Maestro".

Dalam buku terbitan Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) ini, ada banyak hal yang Mikke tulis berangkat dari pribadi seorang Jeihan. Lahir dari budaya Jawa (Solo) yang kental nuansa peninggalan Hindu-Budha,  Jeihan seorang Muslim berketurunan Cina. Dia juga punya darah ningrat keturunan keraton.

Itulah alasan Mikke mmenganggap Jeihan sebagai pribadi yang kompleks. "Kejawaan dan kemuslimannya adalah sesuatu yang sudah kompleks ditambah  beliau berpendidikan Eropa, sehingga ideologi beliau ketika berkreatif adalah ideologi baratnya yang keluar," paparnya.

Buku ini digarap selama dua tahun sejak 2015 silam. Menggali apa yang ada di benak Jeihan Sukmantoro menurutnya tidaklah mudah. "Banyak kali wawancara tidak dilakukan secara formal, kadangkala sambil berdiskusi dan mengenal lekak lekuk dan lika liku  beliau melukis, kadang menemani beliau duduk biasa sendiri tidak terus menerus ngobrol," sebutnya.

Mikke menilai,  semua  hal yang kasat maupun tak kasat mata  bisa dilihat dari Jeihan.  "Pak Jeihan itu seringkali berkisah tentang hal-hal yang mitologis. Sifatnya agak tidak masuk akal, ada hal yang terkait dengan ilmu pengetahuan dia selami, mitos mitos juga dia teliti,"ujarnya

Ranah mitos ini membuat Mikke kesulitan menulis seorang Jeihan. "Ketika berada di  wilayah yang mitos-mitos gitu. Penulis itu kan harus realitas jadi nggak semua yang diomongkan seniman harus ditulis yang nggak. Harus dibuktikan dengan ilmu pengetahuan atau tidak dan ini tantangan buat saya menulis buku ini," pungkasnya

Peluncuran buku Jeihan; Maestro Ambang Nyata dan Maya sendiri berlangsung hening. Sejumlah seniman seperti Tisna Sanjaya, Jacob Sumardjo, HM. Nasruddin Anshoriy Ch KH. Zawawi Imrondan  Endang Caturwati hadir dan bercerita tentang sosok Jeihan di mata mereka.

Fransiskus X. Waja / gnr

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Sabtu, 29 Juli 2017 | 13:47 WIB

    Ini Dia 5 Tips Menjaga Kesehatan Anak di Sekolah

  • Selasa, 20 Juni 2017 | 16:00 WIB

    Ini dia 9 Tips Mudik Aman dan Sehat

  • Senin, 12 Juni 2017 | 14:00 WIB

    Manfaat Daun Kersen untuk Asam Urat

  • Senin, 12 Juni 2017 | 13:00 WIB

    Ternyata Daun Belimbing bisa Meningkatkan Nafsu Makan

  • Sabtu, 10 Juni 2017 | 19:00 WIB

    Kenali Penyebab Stroke dengan 8 Hal Ini

  • Sabtu, 10 Juni 2017 | 16:00 WIB

    10 Cara Tradisional untuk Mengobati Sakit Maag

  • Jumat, 9 Juni 2017 | 08:30 WIB

    Wow, Messi Beli Hotel Bintang Empat